Nirmana Oh Nirmana

Aku memulai kuliah ku di Universitas Paramadina dengan prodi Desain Produk Industri, dengan satu mata kulaih yang unik namanya. NIRMANA. Beberapa temen2 ku sempat salah menyebutkannya. Ada yang bilang Nirwana ( eh itu kan nama lain dari surga), ada yang arwana ( ikan kali ).  Tapi mata kuliah dengan nama unik itu membuatku jatuh cinta. Tak ku bayangkan aku akan menemukan hal – hal baru ketika mempelajarinya.

Dimulai dengan nirmana datar atau yang biasa disebut nirmana 2D dengan dosennya yang keren abis, Mbak Ganis ( wiih sama2 G nama kita mbak). Kumulai dengan mengeksplor elemen paling dasar dalam unsur rupa yaitu titik dan garis. awalnya aku gak ngerti juga mau diapain tu garis dan titik, tapi setelah dijalani akan terasa asiknya. Ternyata garis jika disatukan dengan garis yang lain dan divariasikan dengan ketebalan yang berbeda akan menimbulkan suatu ilusi mata yang sangat menakjubkan. Mulai dari efek kedalaman hingga efek timbul hanya diatas sebuah kertas putih.

lain halnya dengan titik yang kueksplor kemudian. Kalau garis diproses dengan sebuah spidol hitam, maka titik diproses dengan stiker dof hitam yang cukup susah dicari. Mulai membuat pola, mengguntingnya menjadi bagian2 lingkaran 4 cm dengan berbagai variasi. Aku selalu membuat suatu karya yang beda dan ekstrem jika dibandingkan dengan karya temen2 lainnya yang cenderung mencari jalan aman. Aku tak hanya membuat pola sejajar, tapi kuputar pola itu hingga 360 derajat. Dan ternyata hal itu diapresiasi oleh dosenku.

Tak hanya belajar titik dan garis, tapi melalui nirmana aku belajar mengenal warna. Ternyata warna2 yang ada didunia ini itu tercipta dari satu warna yaitu putih ,dengan tiga warna primer yang nantinya akan menghasilkan jutaan bahkan milyaran warna yang ada didunia ini. Kueksplor warna2 itu dengan pembuatan gradasi y ng super rempong menggunakan cat poster. Dan hasilnya lumayan.

The Colour of Translucent

Tibalah di materi yang paling fun, membuat kolase dari majalah bekas. Its so fun. Menggunting majalah2 bekas itu menjadi bagian2 yang kecil yang nantinya disusun menjadi suatu karya yang membuat aq sangat exited. Tak kusangka dari barang bekas akan menghasilkan karya yang begitu luar biasa.

Lain lagi dengan nirmana ruang atau 3D. Awalnya tak sedikitpun aku menaruh simpati padda mata kuliah ini. Baru akhir2 ini aku mulai menggelutinya agar kepekaan ku terhadap barang2 yang ada disekitarku menjadi terasah. Mulai dari mengeksplor kertas menjadi karya yang bisa dinikmati dari beberapa arah, memainkan warna dari bahan mika yang transparan, hingga mix media menggabungkan media kayu dan material lainnya menjadi suatu karya. Banyak pengalaman yang kudapat dari mata kuliah ini, mulai dari mengenal berbagai jenis kertas, cara mendisplay karya dan mengabadikannya, hingga mencari bahan2 material ketempat2 loak yang cukop jauh. Tapi yang aku suka, dosennya ( Mbak Ayu ) selalu menghargai setiap hasil karya mahasiswanya.

Banyak manfaatnya belajar nirmana. Implementasinya yang hampir selalu kita lihat di beberapa benda disekita kita, mulai furniture, gedung hingga jalan. Tak rugilah pokoknya belajar NIRMANA !

One thought on “Nirmana Oh Nirmana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s