REMAJA DAN SEKS BERADAB

Menjelang hari Valentine Februari lalu, sebuah perusahaan jasa operator telepon seluler mengirim sebuah kuis perayaan Valentine’s Day pada para pelanggannya. Caranya gampang, cukup mengirim SMS ke nomor operator tersebut. Hadiahnya adalah paket wisata lengkap dengan penginapan untuk 2 pasang pemenang. Yang kritis terhadap promo-kuis itu pastinya bertanya-tanya; pasangannya ini ditentukan suami-istri atau tidak? Kalau tidak, bukankah itu berarti membuka pintu gerbang seks bebas on Valentine’s Day? Tetapi tidak ada keterangan dari humas perusahaan tersebut.

Seks yang seksi

Perayaan Valentine’s Day itu konon adalah untuk mengagungkan cinta. Walaupun kita semua tahu kalau sebenarnya ada misi keagamaan yang sangat menonjol di sana. Tapi karena cinta yang diusung tidak jelas, akhirnya Valentine’s Day jadi tidak bisa lepas dari perayaan aktifitas seksual. Tidak sedikit remaja di seantero dunia yang merayakan V-Day ini tidak cuma berbagi coklat, boneka, atau kirim kartu cinta, tapi juga dengan free sex.

Kenapa ini terjadi? Yang jelas bukan semata karena Valentine’s Day, tapi karena ada perlakuan yang salah dari remaja terhadap seks. Beberapa tahun silam ada sms yang bunyinya begini; Sex is like Nokia; connecting people, like Samsung; everyone’s invited, like Axe; awalnya begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda, like Coca Cola; anytime, anywhere like Frozz; enak gila!

Buat sebagian remaja, seks itu lebih sering dijadikan bahan lelucon dan hiburan daripada dibicarakan serius dan bertanggung jawab. Seks itu begitu menggoda, seksi, sehingga membuat remaja tidak  bisa menolak untuk membahasnya. Sayangnya, banyak remaja yang mengintip persoalan seks dari sumber-sumber yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, dari obrolan teman, majalah porno, situs porno, film porno, dsb. Padahal seringkali hal-hal yang didapat dari sumber-sumber itu jauh dari ilmiah dan tidak mengajarkan sesuatu yang bermanfaat. Kecuali sebatas bikin horny pembacanya.

Tetapi tidak usah heran kenapa remaja lebih senang nonton film porno ketimbang hadir di seminar ilmiah tentang seks. Atau kenapa remaja lebih senang nge-download (mengunduh) gambar-gambar porno, daripada artikel yang ngebahas kesehatan organ-organ reproduksi. Apalagi mau duduk di pengajian dan bertanya masalah-masalah itu kepada seorang ustadz. Karena dalam benak banyak remaja yang terbayang dalam soal seks itu only kenikmatannya (meski itu baru sebatas bayangan).

Di pojok lain , ada juga remaja yang merasa risih membicarakan persoalan seksual. Tabu dan terlarang. Adanya sikap seperti ini tidak lepas dari budaya warisan jadul (jaman dulu), yang menabukan persoalan seks.

Bikin pendirian

Jangan cengar-cengir dulu sewaktu membaca tulisan ini, juga jangan langsung berpikiran negatif. Karena kita mau mengajak  kamu untuk membuat  pendirian yang benar dan sehat soal seks. Bahwa urusan seks itu harus  dibahas secara ilmiah dan bertanggung jawab. Yang dimaksud ilmiah adalah kita harus tahu betul seluk beluknya baik secara medis dan kejiwaan. Banyak remaja yang tidak tahu sisi medis dari seks. Buktinya, banyak remaja yang mau begitu saja melakukan seks bebas. Malah tidak sedikit remaja yang jatuh ke dalam pelukan pekerja seks komersil (PSK).

Menurut penelitian terbatas seorang sosiolog Hotman M. Siahaan pada tahun 1989 di Surabaya, dari 46 remaja (usia 15-20 tahun) yang diwawancarainya, 32,6% mengaku pernah melakukan seksual pranikah, terutama remaja putra (57,1%) dan untuk remaja putri 12%. Hubungan seksual pranikah itu umumnya dilakukan dengan teman dekat sendiri atau pacar (46,7%), dan dengan pelacur (39,9%). Para remaja yang melakukan seperti itu mungkin pura-pura buta, kalau seks bebas itu berisiko secara medis; hamil dan ketularan penyakit kelamin, sampai aborsi.

Belum lagi risiko secara sosial. Dalam urusan seperti ini , sebagian masyarakat Indonesia masih lumayan peka. Di beberapa daerah, kalau ada remaja yang kepergok berbuat mesum pastinya akan digerebeg warga. Bukannya asyik malah harus menanggung malu. Apalagi kalau si ceweknya kemudian hamil, resiko sosial yang ditanggung si cewek jadi makin berat. Cowoknya  mungkin bisa lenggang kangkung.

Dosa? Udah jelas banget. Perzinaan itu adalah dosa besar. Nabi SAW bersabda: Nabi saw. juga bersabda, “Tidak ada dosa yang paling besar di sisi Allah Swt. sesudah mempersekutukan Allah, dapat melebihi dosa orang yang menumpahkan spermanya pada perempuan yang tidak halal.” (HR. Ahmad dan Thabrani)

Jadi sudah pada tempatnya kalau kita harus membahas persoalan seks itu dengan penuh tanggung jawab. Artinya, harus mengerti bahwa seks itu adalah bagian dari perbuatan manusia yang ada hisabnya. Bukannya mau nakutin, sanksi dari Islam buat para pelaku seks bebas itu keras sekali. Jauh lebih keras daripada KUHP di negeri ini. Dalam KUHP pasal 284 disebutkan “Barangsiapa melakukan persetubuhan dengan laki-laki atau perempuan yang bukan suami atau istrinya, maka diancam dengan sanksi pidana.” Jadi kalau seorang bujangan bersetubuh dengan gadis, itu dianggap bukan persoalan hukum.

Lemahnya pasal ini dikritik banyak kalangan. Pakar Sosiologi Hukum dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof Achmad Ali mengatakan, “Semestinya, UU yang berlaku di Indonesia harus benar-benar sesuai dengan rasa keadilan warga masyarakat yang mayoritas Muslim. Pasal 284 KUHP harus diubah,”. Ia juga menambahkan “Aturan dalam KUHP tak membuat orang takut untuk berbuat zina.”

Dalam Islam itu jelas, pelaku zina sanksinya adalah dua macam; buat yang masih bujangan adalah jilid 100 kali ditambah pengasingan selama setahun, sedangkan bagi yang sudah menikah adalah rajam hingga mati. Aturan  yang keras ini bersifat pencegahan, supaya orang nggak melakukannya. Juga sebagai penebus atas dosa perzinaan yang sudah ia kerjakan.

Lewati masa pubertas dengan aman

Sudah sunnatullah kalau setiap manusia akan melewati masa pubertas. Itu terjadi berupa perubahan secara fisik dan psikis. Badanmu akan berubah menjadi dewasa. Kamu bakal merasakan sensasi ketertarikan pada lawan jenis. Nah, supaya kamu bisa lewati masa pubertas dengan aman ada tips-tips berikut ini yang bisa dijalankan:

ü  Banyak bertanya pada orang tua soal tanda-tanda pubertas. Gimana pun juga, ortu punya segudang pengalaman tentang itu. Maka jangan malu deh bertanya pada mereka. Tapi kalau ortumu merasa malu dan sungkan, apalagi memarahimu, jangan putus asa, ikuti langkah berikutnya.

ü  Cari informasi yang lengkap dan benar tentang pubertas. Kalau memang kejadian ortu tidak mau menjawab, tidak usah sedih, cari sendiri informasi tentang masa pubertas ini. Banyak  buku-buku dan situs yang membahas dengan detail dan ilmiah tentang ini. Pastikan info yang kamu dapatkan  itu memang ilmiah.

ü  Jangan percaya mitos dan rumor. Banyak mitos dan rumor yang beredar seputar masalah seksual. Jangan keburu percaya, cek lagi pada orang yang tahu, atau pada buku dan website yang kredibel.

ü  Jangan belajar masalah seks dari majalah dan film porno. Stupid banget kalau ada orang yang belajar masalah seks dari sumber-sumber kayak begitu. Bukannya memberikan tuntunan, malah menyesatkan.

ü  Mulai pahami hukum Islam, terutama soal pergaulan. Ini yang penting, karena ketika kamu udah dewasa, hukum-hukum Islam otomatis berlaku buatmu. Pahami etika pergaulan Islami karena kamu tidak bisa lagi sembarangan bergaul dengan lawan jenis. Jaga diri baik-baik, guys!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s