In Memoriam : 7 Years Tsunami Aceh

Di hari ini, tepat tujuh tahun yang lalu, Aceh diguncang oleh gempa berkekuatan 9.3 SR disusul oleh gelombang tsunami yang sangat dasyat. Ratusan ribu nyawa tewas karena tak ada yang tau apa itu tsunami sebelumnya. Mereka panik, takut, dan histeris karena air laut telah samapai di daratan. Mungkinkah ini kiamat ? mungkin itu lah yang ada di pikiran warga Aceh dulu. Satu dari sekian ratus ribu nyawa yang hilang itu ada seseorang yang sangat aku dan keluarga sayangi. Kakakku.

Malam itu mungkin menjadi pembicaraan teakhirku dengan kakakku.tak banyak yang aku ucapkan padanya. Tapi ntah kenapa telepon malam itu sanagat berkesan dan sangat susah aku matikan. Seakan itu menjadi pertanda bahwa kakak besok udah tidak ada. Walalupun jasadnya tidak ditemukan, tapi kami percaya dia ada di tempat yang paling baik di sisi Allah.

Kini tujuh tahun sudah kakak meninggalkan kami, aku, mama, ayah, dan cukning. Kakak yang ada disana, aku Cuma mau kasih tau, kita ada anggota keluarga baru. Ada Bang Rinal sama Naura dirumah. Semoga kakak juga merasakan kesenangan yang kami rasakan di sini.

Tidak ada yang dapat aku berikan sebagai seorang adik buat kakak. Hanya sebuah doa kecil yang dapat aku kirimkan  kepada Allah. Doa kecil yang mungkin dapat membuat kakak bahagia dan senang disana. Selalu liat kami dari sana ya kak. Titip salam buat yang lain. Andong, Tata, Yayuk, dan semua keluarga kita disana. We Love You

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiu’n

Advertisements

Paramadina Choir goes to……….

Paramadina choir kembali mendapat kehormatan untuk tampil dalam sebuah acara bergengsi yang diadakan oleh Indonesia Mediator Center ( IMC ) dan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Acara ini adalah pelantikan mediator bersetifikat Mahkamah Agung yang diadakan di salah satu hotel bintang lima di Jakarta yaitu Hitel Nikko. Paramadina Choir tampil pada tanggal 20 Desember 2011 dengan mengirimkan 20 singer, satu kondutor dan 2 official. Pada acara ini, kami membawakan 3 lagu yaitu Indonesia Raya, Bagimu Negeri dan satu lagu daerah, Janger.

Kali ini saya berkesempatan untuk memimpin Paramadina Choir sebagai kondutor. Tampil sebagai kondutor selalu menjadi kebanggaan bagi saya. Kenapa? Pertama, saya pasti akan memakai kostum yang berbeda. Seperti penampilan kali ini, saya memakai tux dengan lengkap, dan itu membuat saya sangat percaya diri. Kedua, saya tidak perlu warming up ( pemanasan suara ). Hehehe. So, saya bisa makan deh sebelum tampil. Karena ketika saya menjadi singer dalam paduan suara,saya diharuskan untuk tidak makan 2 jam sebelum saya tampil, karena itu akan mengganggu kontrol suara.

Menjadi kondutor sebenarnya susah-susah gampang. Saya harus membawa mood para singer menjadi sangat baik sehingga nada yang dihasilkan akan tepat pada pitch nya. Mimik wajah saya pun menjadi penentu bagi ekspresi para singer ketika bernyanyi. Semuanya tergantung pada konduktor, mulai dari nada awal, tempo, ketukan, cara conduct dan lain-lain. Ada satu perarturan yang harus diinget oleh semua singer dalam paduan suara. Pasal 1, Kondutor selalu benar. Pasal 2, jika konduktor salah, balik ke pasal 1. Itulah plus minusnya menjadi seorang konduktor.

Performing kita yang kedua dalam minggu ini adalah tampil di acara Economics Leaders Forum yang diadakan oleh HIMA Manajemen Universitas Paramadina. Penampilan kali ini jauh lebih membuat saya grogi  karena harus tampil perfect di depan rektor, tamu undangan, dan mahasiswa dari universitas lain yang hadir dalam acara ini. Dalam acara ini kami membawakan 2 lagu yaitu Manuk Dadali dan Janger. Walaupun di awal lagu suarabeberapa sopran sempat fals. Tapi ketika di ending lagu, pitch dan spirit dari paduan suara kembali memuncak dan ditutup dengan apik oleh Janger.

Lagu2 dengan tempo cepat selalu selalu cocok dengan kami, sik sik sibatu manikam, Janger, dan Bendera. Setiap bulan kami selalu meng-update lagu baru untuk dinyanyikan di berbagai event. Di setiap akhir latihan kami selalu meneriakkan yel2 yang kami. Suk Suk Suk Sukses , dengan ketukan yang telah dibuat oleh Imam hidayat.

Flash Mob Positive Jakarta

Hari, 11 Desember 2011, Komunitas Kaki Gatel bekerja sama dengan Piero mengadakan Flash Mob dengan tema positif Jakarta. Ribuan warga Jakarta turun ke Monas berkumpul dari pagi dengan antusias untuk mengikuti acara ini. Sebelum acara dimulai seluruh peserta flash mob mendapatkan sepasang sepatu dari Piero dengan berbagai model dan pilihan.  Kami dari Paramadina juga ambil bagian dalam acara ini. Berhubung saya sedang dalam kondisi yang tidak fit, maka saya hanya mendokumnetsikan flash mob ini melalui kamera saya. hehehe

Acara ini juga telah memecahkan rekor MURI untuk flash mob terbesar di Indonesia. Ada 2 lagu yang di jadikan soundtrack tarian. Dari ibu-ibu hingga remaja ikut serta dalam tarian ini. ini adalah beberapa jepretan saya :

 

 

 

Dan inilah sepatu yang aku dapatkan :

My First Digital Rendering

Sabtu, 10 Desember 2011, adalah pertemuan ke 12 saya mengikuti kelas gambar presentasi. dalam mata kuliah ini, saya diajarkan bagaimana mempersiapkan gambar presentasi yang baik baik secara manual menggunakan marker maupun digital. kali ini kami diajarkan menggunakan software Adobe Photoshop untuk melakukan rendering terhadap satu produk yang kami pilih. alhamdulillah, saya melakukannya dengan cukup baik. Rendering secara digital ternyata lebih sulit dibandingkan dengan rendering secara manual. Ketika kita me-render secara digital, kita dapat mengeksplore warna sesuai keinginan kita. Namun, ketika kita menggunakan photoshop sebagai media untuk melakukan rendering, selain kita juga harus memperhatikan warna, kita juga harus memperhatikan berbagai macam tools yang ada di photoshop.

ini adalah beberapa hasil karaya rendering saya menggunakan photoshop:

 

 

Selamat Berkarya !!

Paramadina Choir at Untar Competition 2011!

Tanggal 24 – 25 November 2011 kemarin, Paramadina Choir mengikuti Lomba Paduan Suara Lagu Perjuangan di Universitas Tarumnagara. Ini adalah lomba kedua yang kami ikuti setelah tahun lalu juga mengikuti lomba yang sama. Kali ini kami membawakan 3 lagu yaitu Gugur Bunga ciptaan Ismail Marzuki yang di aransemen ulang oleh Agustinus Bambang Jusana, lagu Bendera sebagai lagu pilihan dan lagu Janger sebagai lagu daerah.

Hari pertama kami semua peserta membawakan lagu wajib dan lagu pilihan di hadapan juri. Kami mendapatkan undian kelima. Kami maju dengan kepercayaan yang sudah sangat tinggi. Pesan pelatih adalah selalu humming dan memanaskan suara ( kayak manasin motor aja ) dan have fun di atas panggung. Kami membawakan lagu Gugur Bunga dengan interpretasi yang sangat baik ( kata pelatih ).  Di lagu kedua ada sedikit mis komunikasi antara pianis dan konduktor serta choir, namun kedepannya mood dan semangat semua choir balik lagi.

Hari kedua kami membawakan lagu daerah dari bali yaitu lagu Janger. Kami menyanyikan lagu tersebut dengan sangat percaya diri. Kata pelatih ada semacam berkah yang turun dari langit dan jatuh menimpa kami pagi itu. Hampir semua not yang kami nyanyikan berada pada pitch yang benar. Selain itu, kami jugauntuk pertama kalinya memakai koreografi ketika mengikuti lomba. Walaupun koreografinya terbilang mudah, tetap saja kami merasakan ketagangan saat nyanyi karena sambil menghapal gerakannya.

Sorenya pengumuman pun dibacakan. Sebelumnya para juri menyampaikan beberapa hal kepada seluruh peserta. Bahwa selain terjadi peningkatan jumlah tim juga terjadi peningkatan kualitas dari beberapa tim yang dulunya biasa-biasa saja, namu pada lomba kali ini banyak mengalami perubahan. Sontak seluruh tim merasa pernyataan itu ditujukan kepada kami, Paramadina Choir.

Memang perjalanan kami untuk menjadi juara masih sangat panjang. Banyak tim-tim yang lebih berkualitas dan memiliki pengalaman yang jauh diatas kami. Namun yang pasti pengalaman dan pengetahuan yang kami dapatkan dari perlombaan ini sangat berarti. SEperti kata Kak Mia, bersenang-senanglah di atas panggung.

 

 

 

 

NB : Thax buat kak Pitung atas ilmu dan surat cinta yang kau berikan