PPBN 2012

Ikatan Pecinta Batik Nusantara (IPBN) didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara (PPBN) untuk kedua kalinya, dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan akan warisan budaya Indonesia khususnya di kalangan generasi muda.

Tahun ini adalah untuk pertama kalinya saya ikut dalam pemilihan ini.  Segala hal harus dipersiapkan dengan baik. Untuk pemilihan ini saja saya mendesain sendiri sebuah tuskcap batik yang dikombinasikan dengan kain berwarna coklat. Semoga pemilihan ini dapat berjalan lancar dan saya dapat menjadi semifinalis. Aminnnn

Video Perkenalan

.. a little bug

Sore itu, langit aceh sedikit mendung. wah, ini waktu yang sangat untuk memotret macro karna serangga sangat ramah dengan suasana seperti. Kusiapkan kamera dengan Macro Extenion Tube ring 12 mm + Kit 18 – 58 mm dengan kamera Canon 1100D ku.

Tak usah jauh2, di depan rumah ada sedikit rumput liar yang tumbuh. Maklum musim hujan, rumput liar tumbuh dengan liar pula. disela-sela daun ku temukan sangat banyak kumbang merah dan hitam yang bertingkah sangat ramah dengan kamera ku. Langsung saja aku bermacro ria. Dengan sedikit touching di ACDsee Pro5, Inilah hasil jepretan ku.

 

 

 

 

…Si Bunga

Karya : John Ucup

Dedaunan hijau menghiasi hari-hari
Nada indah adalah nyanyian angin
ku dengar dan kau dengar
terus aku rasakan disini dhati ku
saat bersama diatas tanah nan indah

rasa syukur selalu terucap
menatap mu…
mencium harum mu…
suatu anugerah Tuhan
yang terus aku rasakan

warna warni bagai pelangi
dihamparan luas….
akan selalu aku rindu
akan selalu aku nikmati

kuncup-kuncup baru disana
akan menggantikan
mekar yang penuh warna
ini kehidupan terlewati dan terganti

Wisata Bahari Aceh Selatan

Aceh Selatan memiliki pemandangan bahari yang sangat indah. Daerah yang masih asri dan belum terjamah oleh masyarakat membuat kota kecil ku ini banyak menarik para wisatawan untuk datang dan berlibur disini. Mulai dari keindahan pantainya, jernihnya laut dengan terumbu karang dan rumput laut yang dapat dilihat dari pantai, serta banyak pohon kelapa yang menutupi pantai menambah keindahan pantai ini. ini adalah beberapa hasil jepretan saya.

 

 

 

 

Dew Of The Morning

Matahari pagi memang sangat menarik untuk difoto. matahari pagi juga merupakan golden time buat para fotografer memotret keindahan alam. Sulur, daun, embun, serangga adalah beberapa dari sekian banyak objek yang dapat kita temui ketika memotret di pagi hari.

Ini adalah hasil jepretan kamera saya dan mencoba salah satu tone di salah satu website fotografi yang saya kunjungi.

Selamat menikmati

INDONESIA, AKU INGIN MENGAJAR

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2010-2014, pemerintah telah menetapkan setidaknya 183 kabupaten yang tergolong daerah tertinggal. Ketertinggalan suatau daerah lebih diakibatkan karena letaknya secara geografis relative terpencil dan sulit dijangkau serta jauh di pedalaman.

Daerah pedalaman merupakan suatu bentuk dari ketertinggalan suatu daerah, masyarakat di daerah pedalaman sudah sangat terbiasa dengan kondisi yang serba terbatas. Salah satunya adalah keterbatasan dalam dunia pendidikan. Mulai dari akses pendidikan yang sulit, infrastruktur yang belum memadai seperti ruang kelas, meja serta kursi yang sudah tidak layak pakai, hingga ketersediaan guru dan tenaga pendidik yang masih kurang.

Untuk masalah infrastruktur seperti bangunan rusak, atau peralatan kegiatan belajar seperti kursi, meja, dan papan tulis sudah dapat diatasi oleh pemerintah dengan mengalokasikan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara setiap tahunnya sebanyak 20% yaitu sekitar 286,6 Triliyun pada tahun 2012.

Namun permasalah kekurangan guru dibanyak sekolah di daerah pedalaman masih belum dapat diatasi oleh pemerintah. Prof DR M Furqon Hidayatullah M.Pd mengatakan bahwa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) meluluskan setidaknya dua ratus ribuan calon guru setiap tahunnya. Jumlah tersebut merupakan angka yang sangat besar, namun mengapa masih banyak daerah pedalaman yang kekurangan guru khususnya guru SD. Hal ini dikarenakan penempatan para guru ini di daerah pedalaman dimana listrik dan sinyal telepon kerap kali masih “absen”.

Banyak para lulusan guru dari FKIP tidak ingin ditempatkan di daerah pedalaman. Alhasil, kekurangan guru tidak dapat dihindari. Ini mengakibatkan kualitas pendidikan di daerah pedalaman semakin menurun dan terbelakang. Selain itu distribusi guru yang tidak merata serta rendahnya kualitas para guru merupakan realita pendidikan yang ada di negeri ini.

Maka, pada Juli 2009 tercetuslah sebuah ide untuk mengirimkan anak-anak terbaik negeri ini untuk menjadi guru di pelosok tanah air sebagai usaha untuk mendorong usa mencerdaskan kehidupan bangsa. Tapi siapa yang mau jadi guru SD di pelosok tanah air ? Jika kita tanya kepada para anak muda mengapa mereka tidak mau jadi guru SD, jawabannya karena menjadi guru SD apalagi di pelosok adalah beban seumur hidup. Namun Anies Baswedan, selaku orang yang mencetuskan ide ini , berpikir berbeda. Menjadi guru cukup satu tahun, maka situasinya akan berubah.

Foto-foto diambil dari galery website indonesiamengajar.org

 

Maka dirancanglah sebuah program, mengirimkan anak-anak muda terbaik untuk menjadi guru SD di pelosok-pelosok seluruh Indonesia selama satu tahun. Kenapa SD? Karena SD 66% kekurangan guru. Selain itu program ini juga bertujuan untuk mmebrikan kesempatan kepada mereka untuk tinggal bersama rakyat Indonesia di pelosok tanpa listrik, tanpa sinyal telepon, bahkan tanpa running water. Pengalaman ini akan menempel seumur hidup dalam diri mereka.  Ada dua tujuan: mengisi kekurangan guru dan mempersiapkan Our Future Leaders. Yang diharapkan dari program ini adalah jika kelak mereka jadi pemimpin, mereka adalah anak-anak muda yang memiliki World Class Competence serta Grass Root Understanding.

            Pada bulan Januari 2010, terbentuklah sebuah organisasi bernama Yayasan Indonesia Mengajar. Indonesia Mengajar merupakan sebuah ikhtiar untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat proklamasi kemerdekaan. Indonesia Mengajar mencari anak-anak muda terbaik negeri ini untuk menjadi pengajar mudadi pelosok negeri ini. Harapannya adalah mereka tidak hanya hadir sebagai guru dan pengajar, tetapi kehadirannya menginspirasi serta menjadi role model.

Indonesia Mengajar mengundang 50 anak-anak Indonesia terbaik untuk menjadi guru di pelosok negeri. Angka yang kecil mungkin, tetapi memiliki power yang sangta kuat, daripada banyak tetapi unmanage. Perjalanan dimulai Juni 2010 dengan berkeliling ke 5 kota di Indonesia. Sebelumnya ada criteria yang harus dipenuhi oleh calon pengajar muda. Akademisnya harus baik, memiliki IP>3, memiliki jiwa kepemimpinan, cakap dalam berkomunikasi, memiliki pengalaman berorganisasi, serta tangguh.

Ketika program ini diumumkan, ada 1383 anak Indonesia yang mendaftar. Sebelumnya mereka harus mengisi application form yang cukup panjang dan menulis essay mengapa mereka ini menjadi guru. Semua dari mereka tahu akan ditempatkan di daerah pedalaman dan tetap bersemangat untuk menjadi pengajar muda.

 

Foto-foto diambil dari galery website indonesiamengajar.org

            Setelah proses seleksi, terpilih 51 anak Indonesia terbaik untuk menjadi calon pengajar muda. Beragam latar belakang, mulai dari lulusan fakultas kedokteran, manager Bank Mandiri, manager P&G Singapura dan sebagainya. Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi pengajar muda. Ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi pengajar muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi.

Sebelum diberangkatkan, mereka akan di-training selama 7 minggu dengan dua materi: Kepengajaran dan Kepemimpinan. Mengapa kepemimpinan sangat penting? Jangan dikira berada serahun di daerah pelosok akan disambut secara suka cita seluruhnya tanpa masalah. Setahun mengabdi, para pengaar muda akan menghadapi berbagai masalah dan tantangan. Namun setahun pengabdian itu merupakan leadership training yang sangat berharga.

“YOU ARE ALONE, YOU FACE ALL CHALENGE, AND YOU MUST SOLVE IT THERE”, kata Anies Baswedan ketika sharing tentang Indonesia Menjara di TEDx.

Maka 10 November, mereka diberangkatkan ke polosok tanah air. Founding fathers  Indonesia Mengajar, Anies Baswedan, mengatakan bahwa kalian (para pengajar muda) memiliki seluruh kesempatan untuk berkarir nyaman di kota-kota besar dengan posisi yang menjanjikan. Namun kalian tinggalkan itu untuk berada di pelosok negeri menjadi seorang guru SD. YOU ARE PEJUANG. Hadirnya kalian menunjukkan bahwa ibu-ibu kita masih melahirkan pejuang.

Program ini bukan hanya soal mensuplai guru, tetapi menebarkan optimism. Para pengajar muda ini hadir disana menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia. Dan sepulang dari sana, mereka mengabarkan bahwa Indonesia memiliki anak-anak yang cerdas dan sangat berpotensi di tempat mereka mengajar.

 

Foto-foto diambil dari galery website indonesiamengajar.org

            “ Mendidik adalah tugas setiap orang terdidik. Ketika seseorang mendapatkan suatu ilmu, maka sesungguhnya ia langsung mengemban tugas menyebarkan ilmu itu pada yang lain. Ketika seseorang terdidik, maka ia punya tugas mendidik yang lain. Mendidik karenya adalah tugas setiap orang terdidik.” – ANIES BASWEDAN

 

REFERENSI :

Suaramerdeka.com/v1/indeks.php/read/news/2010/08/19/62835

Andichairilfurqan.wordpress.com/tag/daerah-tetinggal

Indonesiamengajar.org

http://www.youtube.com/watch?v=w5CRs6m_vAY&feature=player_embedded


Ibuku, Sang Pendidik

Jika kita bertanya pada anak-anak jaman sekarang, apa cita-cita mereka dimasa depan, maka pasti banyak dari mereka yang menjawab ingin jadi dokter, polisi, pilot, arsitek, atau bahkan jadi artis. Sangat jarang anak-anak sekarang yang menjawab ingin jadi pendidik atau guru.

Namun tidak begitu dengan sosok perempuan 54 tahun ini. Hj Khairan, ia adalah ibuku, seorang guru sekolah dasar di salah satu sekolah dasar di kota Tapaktuan. Hampir 30 tahun ia mengabdikan diri sebagai pendidik dan pengajar di beberapa sekolah. Walaupun dulu gaji guru belum seberapa, namun kecintaannya akan mengajar menjadikannya tetap memilih guru sebagai profesinya.

 

Foto ibu ku beserta guru-guru yang lain di SD Negeri Lhok Keutapang ( Ibuku duduk di bagian kanan )

Siswa-siswa kelas 1 sekolah dasar membutuhkan seorang guru yang professional dan teladan serta sabar dalam mendidik siswa-siswa baru. Karena pada jenjang ini anak-anak diajarkan untuk beradaptasi dengan sistem sekolah dasar sebagai peralihan dari taman kanak-kanak. Kerap kali ibuku ditunjuk untuk menjadi wali kelas untuk siswa kelas satu.

Baginya, menjadi seorang pendidik sekaligus pengajar merupakan suatu kesenangan. Bahkan jika ia tidak ada jam untuk mengajar di kelas, malahan akan membuat dia bosan dan terkadang sakit. Aneh ya.

Ibuku merupakan guru pendidikan agama, orang yang mengajarkan aqidah akhlaq, budi pekerti dan quran hadist di sekolah. Guru-guru pendidikan agama merupakan orang-orang yang mengajarkan basic agama dan akhlaq kepada para siswa selain orang tua di rumah. Ini menjadikan tugasnya sebagai guru pendidikan agama islam sangatlah berat karena ia harus mengajarkan kepada siswa tentang agama dan budi pekerti serta menganjurkan mereka untuk menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Tidak mudah mengajarkan siswa-siswa SD dalam hal agama.

Pendidik merupakan ujung tombak pendidikan di Indonesia. Tak jarang guru menjadi penentu kualitas pendidikan yang dijalankan. Tugas mereka tak hanya menyampaikan materi kepada siswa, namun juga mendidik siswa menjadi manusia yang mampu hidup sesuai tuntutan zaman.

Dulu gaji seorang pendidik sangatlah kecil hanya dibawah satu juta rupiah. Namun kini pemerintah melihat bahwa menjadi seorang pendidik tidaklah mudah. Banyak yang dikorbankan, tidak hanya waktu tetapi juga fisik dan kerap kali mengorbankan materi. Melihat hal ini, pemerintah kini memberikan dana intensif disamping gaji pokok kepada para guru berprestasi dan telah lama mengabdi dalam dunia pendidikan. Intensif ini disebut sertifikasi. Ini merupakan apresiasi dari pemerintah terhadap para guru sebagai pahlawan pendidikan

Menjadi seorang pendidik adalah sebuah suatu amal jariyah, begitulah pendapat ibuku. Tidak ada yang ia harapkan dari para siswanya selain ilmu yang ia berikan diterima dengan baik dan diamalkan. Baginya seorang pendidik dinyatakan berhasil jika para siswanya mengamalkan apa yang telah ia dapatkan dari gurunya.

Tingkahnya yang lucu, dengan badanya yang gemuk sering kali ia melawak dihadapan para siswa ketika suasana kelas sedang bosan dan kaku. Tidak heran jika banyak siswa yang senang dengan dirinya. Ketika ia ulang tahun yang ke 54 tahun lalu, ia mengundang hampir semua siswanya untuk datang di acara ultahnya. Begitulah caranya agar bisa dekat dengan para siswanya. Ia tak ingin dirinya hanya berperan sebagai pendidik saja, tetapi juga teman dan orang tua bagi para siswanya.

30 tahun mengajar, ia telah mengajar banyak generasi. Banyak dari orang tua siswanya yang sekarang yang juga merupakan siswa dari ibuku dulu. 3 Dekade telah ia lalui sebagai seorang pendidik. Banyak suka maupun duka yang telah ia lalu. Beragam model siswa telah ia ajar mulai dari yang pintar hingga yang paling bodoh dan bandel sekalipun. Enam tahun lagi ibuku akan menyelesaikan pengabdiannya didunia pendidikan. Semoga semua pengabdian dan jasa yang telah ia berikan menjadi berkah bagi para siswanya hingga nanti. Amin.