Ibuku, Sang Pendidik

Jika kita bertanya pada anak-anak jaman sekarang, apa cita-cita mereka dimasa depan, maka pasti banyak dari mereka yang menjawab ingin jadi dokter, polisi, pilot, arsitek, atau bahkan jadi artis. Sangat jarang anak-anak sekarang yang menjawab ingin jadi pendidik atau guru.

Namun tidak begitu dengan sosok perempuan 54 tahun ini. Hj Khairan, ia adalah ibuku, seorang guru sekolah dasar di salah satu sekolah dasar di kota Tapaktuan. Hampir 30 tahun ia mengabdikan diri sebagai pendidik dan pengajar di beberapa sekolah. Walaupun dulu gaji guru belum seberapa, namun kecintaannya akan mengajar menjadikannya tetap memilih guru sebagai profesinya.

 

Foto ibu ku beserta guru-guru yang lain di SD Negeri Lhok Keutapang ( Ibuku duduk di bagian kanan )

Siswa-siswa kelas 1 sekolah dasar membutuhkan seorang guru yang professional dan teladan serta sabar dalam mendidik siswa-siswa baru. Karena pada jenjang ini anak-anak diajarkan untuk beradaptasi dengan sistem sekolah dasar sebagai peralihan dari taman kanak-kanak. Kerap kali ibuku ditunjuk untuk menjadi wali kelas untuk siswa kelas satu.

Baginya, menjadi seorang pendidik sekaligus pengajar merupakan suatu kesenangan. Bahkan jika ia tidak ada jam untuk mengajar di kelas, malahan akan membuat dia bosan dan terkadang sakit. Aneh ya.

Ibuku merupakan guru pendidikan agama, orang yang mengajarkan aqidah akhlaq, budi pekerti dan quran hadist di sekolah. Guru-guru pendidikan agama merupakan orang-orang yang mengajarkan basic agama dan akhlaq kepada para siswa selain orang tua di rumah. Ini menjadikan tugasnya sebagai guru pendidikan agama islam sangatlah berat karena ia harus mengajarkan kepada siswa tentang agama dan budi pekerti serta menganjurkan mereka untuk menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Tidak mudah mengajarkan siswa-siswa SD dalam hal agama.

Pendidik merupakan ujung tombak pendidikan di Indonesia. Tak jarang guru menjadi penentu kualitas pendidikan yang dijalankan. Tugas mereka tak hanya menyampaikan materi kepada siswa, namun juga mendidik siswa menjadi manusia yang mampu hidup sesuai tuntutan zaman.

Dulu gaji seorang pendidik sangatlah kecil hanya dibawah satu juta rupiah. Namun kini pemerintah melihat bahwa menjadi seorang pendidik tidaklah mudah. Banyak yang dikorbankan, tidak hanya waktu tetapi juga fisik dan kerap kali mengorbankan materi. Melihat hal ini, pemerintah kini memberikan dana intensif disamping gaji pokok kepada para guru berprestasi dan telah lama mengabdi dalam dunia pendidikan. Intensif ini disebut sertifikasi. Ini merupakan apresiasi dari pemerintah terhadap para guru sebagai pahlawan pendidikan

Menjadi seorang pendidik adalah sebuah suatu amal jariyah, begitulah pendapat ibuku. Tidak ada yang ia harapkan dari para siswanya selain ilmu yang ia berikan diterima dengan baik dan diamalkan. Baginya seorang pendidik dinyatakan berhasil jika para siswanya mengamalkan apa yang telah ia dapatkan dari gurunya.

Tingkahnya yang lucu, dengan badanya yang gemuk sering kali ia melawak dihadapan para siswa ketika suasana kelas sedang bosan dan kaku. Tidak heran jika banyak siswa yang senang dengan dirinya. Ketika ia ulang tahun yang ke 54 tahun lalu, ia mengundang hampir semua siswanya untuk datang di acara ultahnya. Begitulah caranya agar bisa dekat dengan para siswanya. Ia tak ingin dirinya hanya berperan sebagai pendidik saja, tetapi juga teman dan orang tua bagi para siswanya.

30 tahun mengajar, ia telah mengajar banyak generasi. Banyak dari orang tua siswanya yang sekarang yang juga merupakan siswa dari ibuku dulu. 3 Dekade telah ia lalui sebagai seorang pendidik. Banyak suka maupun duka yang telah ia lalu. Beragam model siswa telah ia ajar mulai dari yang pintar hingga yang paling bodoh dan bandel sekalipun. Enam tahun lagi ibuku akan menyelesaikan pengabdiannya didunia pendidikan. Semoga semua pengabdian dan jasa yang telah ia berikan menjadi berkah bagi para siswanya hingga nanti. Amin.

One thought on “Ibuku, Sang Pendidik

  1. Thanks to Pause for liked my post
    this is a story about my mom, she is a teacher at elementary svhool in my city
    i write this story to join a blog competition

    wism me luck !! ^_~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s